Kelompok Akuntansi

Selamat Datang Di Blog Akuntansi Kelompok Kami

judul

Nama kelompok

Ahlaz Zikri
Fahrul Ruzi
Faisal Antoni
Imam Nurtopo
Mahdoni Wahyudi

Rabu, 07 Desember 2011

PK8. Neraca Lajur

NERACA LAJUR
1. Pengertian Neraca Lajur
Dalam akuntansi kita mengenal tiga proses kegiatan akuntansi yaitu:
1. Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal
2. Mempostsing dari jumal ke buku besar1
3. Menyusun neraca saldo
Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan pada tiap-tiap akhir bulan
atau pada akhir periode akuntasi.

Sebelum menyusun laporan keuangan dari neraca saldo perlu diteliti lebih
dahulu apakah saldo dari tiap-tiap rekening sudah menunjukkan keadaan yang
benar sebab ada rekening-rekening yang sudah siap untuk dicantumkan dalam
laporan keuangan dan adapula yang harus disesuaikan lebih dahulu. Dengan
melaksanakan penyesuaian maka rekening-rekening riil akan menunjukkan saldo
yang tepat per tanggal neraca, begitu pula halnya dengan rekening-rekening
nominal akan menunjukkan saldo yang tepat untuk periode yang bersangkutan.
Dalam perusahaan yang kecil dinama jumlah rekening yang ada dalam
buku besar tidak begitu banyak maka penyusunan laporan keuangannya dapat
dilakukan dengan cara langsung dari neraca saldo yang telah disesuaikan.

Neraca lajur adalah suatu kertas yang berkolom-kolom atau berlajur-lajur
yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi
yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan
dengan cara sistematis.


2. Tujuan Neraca Lajur
Neraca lajur merupakan suatu landasan untuk memeriksa dimana
rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang
sesuai dengan penyusunan rekening dalam laporan keuangan. Pemakaian neraca
lajur juga dapat menunjukkan prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun
laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan perubatan neraca lajur
adalah:
1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan datadata
penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun lapoan
keuangan yang formal
3. Untuk memudahkan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam pembuatan
jurnal penyesuaian.
PENYUSUNAN NERACA LAJUR
Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo sebelum diadakan
penyesuaian dan kemudian dengan memasukkan data-data penyesuaian dapatlah
ditentukan data-data yang akan dicantumkan dalam laporan keuangan. Neraca
lajur tersebut haruslah disusun berkolom-kolom dan untuk perusahaan dagang
atau jasa biasanya terdiri dari 8 kolom yaitu :
! Kolom neraca saldo ysang terdiri dari kolom D dan K
! Kolom adjustment yang terdiri dri kolom D dan K
! Kolom rugi laba yang terdiri dari kolom D dan K
! Kolom neraca akhir yang terdiri dari kolom D dan K

PK7. Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian

Ayat jurnal penyesuaian (Memorial) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.

Penyesuaian tidak berarti pembetulan dari kesalahan yang terjadi, karena setiap kesalah pada komputer akuntansi dapat langsung dilakukan pada record yang diketahui salah. Penyesuaian merupakan hal yang penting pada sistem periodical system yang dilakukan pada saat penyusunan laporan keuangan. Perpetual system sesungguhnya tetap membutuhkan penyesuaian hanya saja dilakukan dalam waktu yang tidak ditentukan, sehingga banyak yang mengatakan dalam perpetual system tidak dibutuhkan penyesuaian.
Hal-hal yang perlu mendapat penyesuaian
 pada akhir periode akuntansi adalah :
  • Persediaan barang dagang (inventory of merchandise)
  • Biaya dibayar di muka (Prepaid expenses)
  • Penghasilan diterima dimuka (accruals receivable)
  • Baya yang masih harus dibayar (Accruals payable)
  • Penyusutan aktiva tetap(depretion of fixes assets)
  • Taksiran piutang tak tertagih


Dalam menangani Jurnal Penyesuaian Saya menggunakan 3 form elektronik :
  • Memorial Debet : Form untuk membuat memorial yang secara automatis akan mengupdate buku utang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Hutang Dagang dan mengktedit biaya dibayar dimuka.  (terhubung ke data supplier)
  • Memorial Kredit  :  Form untuk membuat memorial debet yag secara utomatis mengupdate buku piutang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Pendapatan diterima dimuka dan mengktedit Piutang Dagang. (terhubung ke data customer)
  • Serba serbi : Form ini tidak terhubung dengan buku transaksi contoh : penyesuaian persediaan.


    Prosedure pembuatan ayat penyesuaian
    PERSEDIAAN BARANG DAGANG
    memakai perkiraan harga pokok (cost of good sold)
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx  
          Persediaan barang dagang (awal)   Rp.x.xxx
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx  
          Pembelian   Rp.x.xxx
    Harga pokok penjualan Rp.x.xxx  
          Ongkos angkut pembelian   Rp.x.xxx
    Persediaan barang dagang  (akhir) Rp.x.xxx  
          Harga pokok penjualan   Rp.x.xxx
    Pembelian retur & potongan harga Rp.x.xxx  
          Harga pokok penjualan   Rp.x.xxx
    Memakai perkiraan Ikhtisar Laba Rugi
    Ikhtisar Laba Rugi Rp.x.xxx  
         Persediaan barang dagang awal   Rp.x.xxx
    Persediaan Barang dagang akhir Rp.x.xxx  
         Ikhtisar Laba Rugi   Rp.x.xxx
    PERSEDIAAN AKHIR
    JIKA SALDO SEMENTARA <  STOCK OPNAME
    Persediaan/barang dalam proses
    Rp.x.xxx
     
    Koreksi pemakaian bahan  
    Rp.x.xxx
    JIKA SALDO SEMENTARA > STOCK OPNAME
    Koreksi pemakaian bahan
    Rp.x.xxx
     
    Persediaan/barang dalam proses   
    Rp.x.xxx

    BIAYA DIBAYAR DI MUKA
    Bila saat pembayaran dibukukan sebagai biaya dibayar di muka
    Biaya …. Rp.x.xxx  
         …… dibayar di muka   Rp.x.xxx
     Bila saat pembayaran dibukukan sebagai biaya
    …… dibayar di muka Rp.x.xxx  
           Biaya ….   Rp.x.xxx

    PENGHASILAN DITERIMA DIMUKA
    Bila saat penerimaan dicatat sebagai utang
    …….  Diterima dimuka Rp.x.xxx  
             Pendapatan …….   Rp.x.xxx
     bila saat penerimaan dicatat sebagai pendapatan
    Pendapatan ………….. Rp.x.xxx  
          Diterima dimuka   Rp.x.xxx
     Piutang penghasilan
    Penghasilan ymh diterima Rp.x.xxx  
          Pendapatan   Rp.x.xxx

    BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
    Biaya ….. Rp.x.xxx  
          …… biaya ymh dibayar   Rp.x.xxx

    PENYUSUTAN AKTIVA TETAP
    Biaya penyusutan Rp.x.xxx  
          Akumulasi penyusutan   Rp.x.xxx
    PIUTANG DIRAGUKAN (TIDAK SEHAT) 





Kamis, 17 November 2011

PK6.Neraca Saldo

Neraca Saldo merupakan proses pengikhtisaran saldo perkiraan Harta, Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya pada periode tertentu. Pembuatan neraca saldo biasanya dilakukan pada akhir bulan, akhir semester atau akhir tahun. Sumber data yang digunakan dalam menyusun neraca saldo berasal dari jurnal umum. Perlu diingat, bahwa range jurnal umum sebelumnya telah diberi nama “ JU “ pada praktikum sebelumnya. Nama tersebut akan digunakan untuk menjumlahkan total debet dan kredit per masing-masing pos yang ada.

Senin, 14 November 2011

PK5. Posting\Buku Besar

 Buku Besar

Buku besar digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis. Langkah dalam membuat buku besar adalah :
1.
Copy jurnal umum ke sheet 4 dengan cara : Blok semua jurnal umum dengan (Ctrc + A ) pilih menu EDIT, COPY, buka sheet baru (Pilih menu INSERT, WORKSHEET) sebagai tempat memunculkan hasil copy , pilih PASTE
2.
Ganti nama SHEET 4 menjadi “BB” dengan cara : Pilih menu FORMAT, SHEET, RENAME, ketik “BB”
3.
Ganti juga nama tabel “JURNAL UMUM” pada baris ke – 2 menjadi BUKU BESAR”. Perhatikan tanda lingkaran pada bantuan gambar di bawah.
4.
Hapus Jumlah Total Debet dan Kredit yang ada pada baris paling bawah (baris ke – 108) karena tidak termasuk data yang akan di posting ke buku besar
5.
Urutkan data yang akan diposting memakai Data Sort dengan cara : Sorot semua data dimulai dari kolom Tanggal, pilih menu DATA, SORT setelah itu akan muncul kotak dialog SORT pada lembar kerja



Proses posting pada buku besar mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus di debet. Setiap transaksi yang diinput dan membentuk jurnal akan masuk ke buku besar sesuai dengan jurnal yang terbentuk. Jika ingin melakukan pengeditan untuk transaksi yang sudah masuk ke buku besar, silahkan catat nomor referensi jurnal yang terdapat di buku besar dan tipe transaksi tersebut untuk mengetahui pada modul mana transaksi tersebut diinput, misalnya tipe GJ berarti anda menginput transaksi di jurnal umum, maka anda dapat melihat / mengedit jurnal umum pada menu buku besar > daftar transaksi jurnal > pilih nomor referensi > klik perincian > kemudian edit transaksinya. Atau anda bisa langsung klik dua kali pada nomor referensi jurnal saat anda menampilkan laporan buku besar. Setelah masuk ke detail transaksinya lalu edit transaksi tersebut.
Transaksi dan mutasi pada General Ledger dilakukan setelah seluruh rekening yang diperlukan dalam operasional bank disusun (berdasarkan neraca). Selain itu posting transaksi melibatkan dua departemen berbeda, haruslah melalui rekening-rekening dalam Departemen Offset. Kegunaan dari Departemen Offset adalah untuk menyeimbangkan saldo aktiva dan passiva dalam neraca.

PK4.Memberi Nama Range pada Jurnal Umum

Data pada jurnal akan dijadikan sebagai sumber data dalam pembuatan buku besar, neraca saldo dan neraca lajur. Untuk lebih memudahkan pengambilan data dari Jurnal Umum, terlebih dahulu berikan nama range jurnal umum dengan cara :
1.
Sorot Jurnal Umum dimulai dari kolom tanggal sampai baris terakhir (Jumlah akhir tidak tidak ikut disorot),
2.
Pilih Menu INSERT, NAME, DEFINE ketik “JU” kemudian pilih Add kemudian klik OK

Catatan : Range Jurnal Umum yang sudah diberi nama, terdiri dari lima kolom. Kolom 1 berisi tanggal, kolom 2 nama perkiraan, kolom 3 kode rekening, kolom 4 Debet dan kolom 5 Kredit. Nomor kolom tersebut perlu diingat, terutama pada saat membuat neraca saldo dan neraca lajur menggunakan fungsi DSUM.

PK3. Jurnal Umum

JURNAL UMUM

Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku dimana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Secara umum, jurnal akuntansi dapat dibagi dua, yaitu:
1. Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit) 2 Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai) 3 Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai) 4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit) 5. Jurnal umum. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus.
Traksaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi. Dalam akuntansi suatu transaksi diukur dengan satuan mata uang. Oleh sebab itu transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang dicatat dalam akuntansi. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik yaitu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Karena hal tersebut yang disebut dokumen transaksi dalam akuntansi adalah dokumen transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Ini adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen, dimana transaksi dalam sistem informasi manajemen adalah semua kejadian yang melibatkan unser lingkungan baik yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan.
Pada perusahaan besar yang transaksinya dalam jumlah besar terutama pada transaksi pembelian, perlu dilakukan pengawasan, pemeriksaan baik terahadap kwantitas maupun kwalitas. Untuk setiap pembelian dibuatkan surat permintaan pembelian (Purchase Request) selanjutnya Order pembelian (Purchase Order). Sampai disini belum ada transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan dengan demikian dua dokumen tersebut tersebut adalah dokumen akuntansi yang tidak termasuk dalam bukti transaksi. Dokumen tersebut berfungsi hanya sebagai dikumen referensi.
Dalam proses penerimaan barang/jasa dibuatkan “Surat Bukti Penerimaan” atau apapun nama nya sesuai dengan barang atau jasa yang diterima bisa juga “Berita Acara Penerimaan” yang memuat informasi tentang kwantitas dan kwalitas serta menunjukan identifikasi dokumen pengantar supplier dan identifikasi dokument pembelian. Surat bukti penerimaan menunjukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan, yaitu penambahan terhadap aset atau biaya. Surat bukti penerimaan ini adalah dokumen akuntansi yang tergolong bukti transaksi.
Hal yang spesifik dalam membuat bukti transaksi adalah bahwa setiap membuat bukti transaksi dengan sistem komputer, pada saat itu data tersimpan dalam sistem komputer. Data yang tersimpan tersebut selanjutnya diolah oleh sistem komputer menjadi informasi yang berguna. Tidak demikian halnya dengan sistem akuntansi manual dimana data dicatat secara berulangkali dari bukti transaksi sehingga menimbulkan kesan bahwa akuntansi itu sulit dan membuat jenuh.
Jurnal adalah catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas. Jurnal merupakan catatan transaksi finansial yang pertama karena itu disebut juga sebagai catatan yang asli (book of original entry). Banyak ragu dengan pernyataan ini kenapa yang pertama, termasuk saya sendiri juga demikian. Selanjutnya saya menarik kesimpulan bahwa jurnal ini adalah sumber informasi untuk berbagai keperluan dalam proses akuntansi khususnya.
Jurnal mempunyai 3 fungsi yaitu fungsi percatatan, fungsi historis dan fungsi analisis.

Posting adalah pemindahan dari buku jurnal ke buku besar. Pada system akuntansi komputer Buku Jurnal dan posting posting dilakukan secara automatics oleh komputer (auto Posting). Walaupun tidak mutlak, seorang data entry sebaiknya menguasai proses posting yang dilakukan oleh komputer agar bila terjadi kegagalan akan mudah menelusuri kesalahan yang terjadi.
Metode mengerjakan Jurnal dan Posting
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat Jurnal jurnal dan posting. Cara berikut adalah salah satu teknik yang hanya dapat dilakukan dengan dukungan system komputer yang terintegrasi.
Posting dilakukan langsung dari file transaksi ke rekening-rekening buku pembantu dan lansung diprint-out ke buku besar. Bukti transaksi terlebih dahulu diproses/dientry ke system komputer sebelum diserahkan ke bagian akuntansi.

System komputer dapat menggantikan sebagian besar pekerjaan akuntansi sehingga personal hanya meng-entry/Mencatat data transaksi sekaligus mengasilkan bukti transaksi selanjutnya Jurnal, Laporan, posting ke buku besar dan buku pembantu sampai pembuatan neraca, neraca saldo, rugilaba, perubahan modal serta analisanya dikerjakan oleh komputer.
Proses pencatatan data jurnal pada system akuntansi komputer juga bervariasi tergantung pada prosedure dan metode serta tingkat integrated system yang diterapkan oleh pembuat program aplikasi tersebut. Banyak program aplikasi accounting siap pakai diperjual belikan seperti program aplikasi akuntansi komputer yang dikenal secara luas di dunia akuntansi adalah Dac Easy Accounting, MYOB, MAS dll, namun banyak perusahaan tidak dapat menggunakan program aplikasi tersebut karena beberapa hal, antara lain masalah standarisasi, tingkat kebutuhan perusahaan terhadap informassi yang berbeda dll. Dac Easy Accounting menggunakan standarisasi negara pembuatnya (Amerika). MAS adalah product local namun apa yang terdapat dalam aplikasi banyak tidak tidak dapat mengaplikasikannya karena berbagai alasan. Untuk itu banyak perusahaan membuat program aplikasi sendiri sesuai dengan system akuntansi yang diterapkan di perusahaannya.
Dengan program ini tugas operator hanya mencatat transaksi yang terintegrasi dengan subs system lain, selanjutnya komputer akan mengolahnya sampai kesasaran akhir laporan keuangan yaitu neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal serta analisanya.
Jurnal Khusus : Pada perusahaan besar ternyata transaksi-transaksi yang sama terjadi berulangkali sehingga tidak efektif lagi bila dicatat setiap hari ke dalam jurnal umum. Untuk menghadapi hal tersebut, dilakukan penyesuaian bentuk Jurnal disesuaikan dengan kebutuhan. Pada jurnal khusus transaksi yang sama dalam perioda tertentu dapat dijurnal satu kali saja. Jurnal khusus memiliki kontrol intern yang lebih baik karena transaksi telah dikelompokan, dan memungkinkan pembagian tugas sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan.
Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari
Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las
Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.
Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.
Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs. Dll.
Neraca lajur dan ayat penutup
Neraca lajur tidak diperlukan Pada system akuntansi komputer, karena semua proses penyusunan laporan keuangan (Laporan Rugi laba, Neraca, Perubahan modal serta analisanya) dapat dilakukanh oleh komputer
Pada sistem akuntansi manual, untuk mempermudah menyusunan laporan keuangan dibuat tabel untuk mencatat, meyesuaikan, menggolongkan saldo perkiraan-perkiraan buku besar yang disebut Neraca lajur (work sheet).


Mencatat Transaksi Dengan Jurnal Umum

Jurnal Umum (Memorial Journal) adalah suatu catatan akuntansi pertama kali yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara kronologis sebelum transaksi tersebut dipindahkan ke dalam masing-masing perkiraan buku besarnya secara kronologis.


FORMAT JURNAL UMUM
TANGGAL KETERANGAN REF DEBET KREDIT
01 Des ‘03 Kas
Modal Rp. 5.000.000
Rp. 5.000.000

Minggu, 13 November 2011

PK 2. Neraca Awal

Penyusunan necara awal dilakukan setelah melakukan inventarisasi kekayaan perusahaan yang berwujud maupun tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang, serta Passiva dan modal
Aktiva/ Kekayaan perusahaan dapat dibedakan/ dikelompokkan menjadi :
Aktiva lancar/ Current Assets,Uang tunai dan harta lainnya yang dapat segera ditukar dengan uang tunai (Contoh 3 jenis aktiva lancar)
  • Kas/ Cash => Uang tunai dan surat berharga lainnya
  • Piutang/ Account receivable => tagihan yang dimiliki perusahaan
  • Persediaan barang/ Inventory => persediaan barang yang masih ada
Aktiva tetap/ Fixed Assets
  • Tanah
  • Gedung
  • Peralatan kerja/ perlengkapan kerja
  • Perlengkapan kantor (meja kursi, dll)
  • Hak patent (aktiva tidak berwujud)
  • Goodwill (aktiva tidak berwujud)
Pasiva/ Hutang
Pasiva/ hutang adalah kewajiban perusahaan terhadap pihak lain yang harus dibayar.
Modal
Modal = Total aktiva - Pasiva/ hutang
Contoh
CV.Sello Leppen.yang bergerak dalam bidang usaha konveksi. tanggal 1 Januari 2011 diperoleh data sebagai berikut
Harta/ Aktiva Jumlah
Uang kas 100.000.000
Uang di Bank BNI 75.000.000
Total 175.000.000
Pada bulan 2 s/d 31 Januari 2011 melakukan pembelian peralatan untuk bidang usaha konveksi tersebut dibawah ini :
Daftar pembelian barang
Nama barang Banyak Harga/ unit Jumlah Keterangan
Meja tulis 2 500.000 1.000.000 Perlengkapan kantor
Kursi kantor 2 250.000 500.000 perlengkapan kantor
Kursi tunggu 4 750.000 3.000.000 Perlengkapan kantor
Jumlah 4.500.000
Mesin Jahit 20 2.500.000 50.000.000 Peralatan kerja
Mesin Obras 10 1.500.000 15.000.000 Peralatan kerja
Mesin Potong 2 2.500.000 5.000.000 Peralatan kerja
Kursi kerja 30 200.000 6.000.000 Peralatan kerja
Almari 2 1.000.000 2.000.000 Peralatan kerja
Jumlah 78.000.000
Kain (baru dibayar 50 %) 100 ball 1.000.000 100.000.000
Persediaan barang
Benang 1.000 pcs 1.000 1.000.000 Persediaan barang
Kancing 2.000 pcs 500 1.000.000 Persediaan barang
Jumlah 102.000.000

Dari data diatas dapat disusun Neraca pada tanggal 1 Januari 2011
Neraca CV.Sello Leppen
1 Januari 2011
No Keterangan Jumlah No Keterangan Jumlah
1 Kas 100.000.000 1 Modal 175.000.000
2 Bank 75.000.000
Total 175.000.000 Total 175.000.000

Neraca CV.Sello Leppen
1 Februari 2011
No Keterangan Jumlah No Keterangan Jumlah
1 Kas 42.500.000 1 Hutang 50.000.000
2 Perlengkapan kantor 4.500.000 2 Modal 177.000.000
3 Peralatan kerja 78.000.000
4 Persediaan barang 102.000.000
Total 227.000.000 Total 227.000.000